Rabu, 04 Februari 2009

Titianku bagian 2

Wajahku sedikit tersenyum,bahwa hari ini aku akan mengisi perut yang sejengkal ini,walau mungkin dia cuma beli nasi saja,atau apalah....yang penting aku makan.
Itulah awal pertemuan kita,yang sangat mengharukan buatku.Lalu kitapun larut dalam cerita-cerita mengharukan.Siapa yang paling jahat,melo,tragis.Pada akhirnya entah siapa yang menang atau kalah,karna pada saat itu, tak ada juri yang sibuk menilai.kalau cuma kita berdua...yang ada hanya ego masing-masing.
Malam semakin hening...suarapun ikut hening,hanya ada dinginnya malam yang menusuk sendi-sendi jiwa,sesekali suara jangkrik menemani,sampai lelap menggerogoti.
Pagi yang begitu cerah...menyadarkan mata yang lagi tidur,kau bisikkan satu kalimat yang membuat hatiku berbunga-bunga.satu tawaran yang menggiurkan.kau mengajajkku mengontrak,dan pada akhirnya kita kesasar di Tangerang
Setahun berlalu......,kita jalani hidup dengan senyum,merubah hidupku yang dulu gembel,kini jadi mapan,kau berikan kasih sayang ,perhatian, yang tak pernah aku dapatkan dari ayahku.Kau berikan yang kuminta,walau kadang membuatmu marah karna keterlaluan.Begitu sebaliknya,aku menyaiapkan baju kantormu,sepatu,kopi,tas,bahkan cd mu,dan masih banyak lagi
Tapi setahun berikutnya,semua berubah.Sayangmu terkikis seiring berjalannya waktu,.kau tak lagi menyayangiku seperti dulu,bahkan kau pergi sebulan meninggalkanku.Saat itulah aku terbayang kehidupanku yang dulu,apalagi aku belum kerja.Aku sudah terbiasa kau penuhi kehidupanku,bingung,setres,frustasi.Begitu bodoh diriku,tak terfikir olehku selama 2 tahun untuk mencari kerja,.Bodoh...bodoh...bododh,,,,
Sebulan berlalu kau datang dengan muka lusuhmu,baju sobekmu,muka memelasmu,mengejutkanku dari lamunan,Aku semakin tak percaya,apakah itu kau atau orang yang slalah alamat,atau yang mau minta sumbangan.Ku pandangi wajahmu agak dekat untuk memastikan,ternyata itu kau....,Kau langsung tergeletak dan tanpa sadar diri.
Fikirku semakin runyam....tak tau harus berbuat apa.....,saat aku masih asyik dengan lamunanku,kau tersadar dari pingsanmu,rupanya sudah 2 hari kau tergeletak.lalu kau menceritakakan selama kau pergi,Sesekali tanganmu yang mulai keriput mengusap wajah tuamu,mencoba mengisi kekosongan waktu.
Begitu miris hatiku saat mendengar ceritamu.tarnyata..... kau telah dipecat dari kerjamu.Dan yang paling mengejutkanku.....kau terjangkit...HIV.
fifkirkupun melayang-layang lagi,tak tentu arah...apakah aku akan membawamu berobat,atau menbiarkanmu sperti ni.Tapi bagai mana aku mau membawamu berobat,kau sudah dipecat dairi kerja,sementara aku belum kerja.Apalagi keadaanmu yang terjangkit HIV,aku tak tau lagi.Apa aku harus pergi meninggalkanmu.Ah.......aku tak tau.
Aku sadar...begitu banyak pengorbananmu untukku,kau merubah hidupku,membuatku bahagia,senang,dan masih banyak lagi.Tapi itu tak sebanding dengan pengorbananku,aku taruhkan masa depanku,membunuh kretivitasku,dan satu hal lagi..ada kejadian yang menbuatku benci sampai sat ini padamu.
Oh......titianku,kini kau tak ada lagi artinya,hidupmu tak lagi bisa membahagiakanku,malah akan membunuh cita-citaku.Maafkan aku menjadi seperti kuli - kulimu dulu.meninggalkanmu setelah kulimu puas.Tapi aku tak mau menjadi sepertimu,hanya menunggu hari,bahkan menit.
Bukannya aku tak mau mengurus mu,tapi begitulah kehidupan yang tak pernah direstui Tuhan.Setelah kau tak berguna lagi,akan ditinggal sejauh mungkin.setelah pundi pundi materimu menepis...,kau di tendang jauh jauh.Sekali lagi...,bukanya aku tak sayang padamu,mungkin inilah saatnya aku menjalani hidup normal.dan aku yakin ....cinta begini tak aka ada yang abadi.
Kini di kehidupanku yang baru,memaksa langkahku terus beerjuang.kadang...merenggut senyumku,memeras airmataku,mengundang emosiku,mengiris luka lamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar