Kamis, 05 Februari 2009

Titian bagian 3

Titianku..,laknatkah jiwaku,meninggalkanmu merapuh,menertawakanmu,membencimu.Huh.....,padahal setetes air hujan lagi memijakmu, kau akan tumbang dan hanyut bersama sesalmu.Berharap iba dari orang orang yang memijakmu.sedangkan kuli- kulimu telah pergi bersama senyum mereka.
Dulu waktu kau masih kekar...dengan penuh tawa,semangat,mereka memijakmu.mereka menyanjungmu,memeujimu,bahkan mendewakanmu.Tapi.... dibalik itu, kau tak sadar,semua hanya sandiwara.
Sekarang pada siapa lagi kau mengadu...,hanya tinggal sesal yang tak berarti,hanya puing- puing senyum yang menghiasi,dan bersama pemyakit yang terus menyerang membabi buta.
Oh titianku...harapmu bertumpu pada puing-puingmu bersatu kembali,sisa- sisamu bersemangat lagi.tapi itu percuma...Air bah telah menantimu di ujung sana.Mengiris akar- akar jiwamu,meresap puing- puing hatimu,menelan kepingan asamu,menghanyutkan segenap mimpi sucimu.Dan bersama dahsyatnya arus yang menemani.Sementara sesalmu akan menganga diatas awan kelabu.
Lalu sadarmu pun berbisik....
"Apakah ini ujung dari semua hidupku...????
"Tidak...!!!!!
Masih ada yang menemanimu,Air........,ya..!!,Air laut yang sangat asin.Tapi dia akan membisu bila kau terus meratapimya.Ombak- ombak dengan senang hati akan membawamu,meng-istirahatkan lelahmu yang begitu panjang dibawah teduhnya nyiur.membuatmu seperti bule bule.
Tapi.....,2 hari yang akan datang,akan ada tatapan tertuju padamu.Seorang yang tak kau kenal,lalu dia akan membawamu,dan dijadikan solusi krisis global....,Itulah akhir petualanganmu,yang hanya meninggalkan abu.
Masih belum mengertikah engkau titianku...? Kau akan dibawa ke dunia yang tak pernah kau mengerti,merenggut harapmu,,bahwa ini tak seperti yang kamu harapkan.Lalu kau akan dihimpit penasaran,menjerat langkahmu yang penuh kemunafikan.
Huh......,sekeping senyum yang dulu kau rindukan..,hanya ada gejolak jiwa yang tak mengerti.
"Apa ini semua...???
Tak ada yang bisa menjawab semua itu,tapi...kau tetap mencoba menebak- nebak, bahwa itu adalah keajaiban.
Tapi semua itu salah.....,hanya ada rintihan besarmu yang akan meraung,dan hanya air mata yang selau mengusik,ditemani segudang sesal yang berkepanjangan


------Tamat--

Rabu, 04 Februari 2009

Titianku bagian 2

Wajahku sedikit tersenyum,bahwa hari ini aku akan mengisi perut yang sejengkal ini,walau mungkin dia cuma beli nasi saja,atau apalah....yang penting aku makan.
Itulah awal pertemuan kita,yang sangat mengharukan buatku.Lalu kitapun larut dalam cerita-cerita mengharukan.Siapa yang paling jahat,melo,tragis.Pada akhirnya entah siapa yang menang atau kalah,karna pada saat itu, tak ada juri yang sibuk menilai.kalau cuma kita berdua...yang ada hanya ego masing-masing.
Malam semakin hening...suarapun ikut hening,hanya ada dinginnya malam yang menusuk sendi-sendi jiwa,sesekali suara jangkrik menemani,sampai lelap menggerogoti.
Pagi yang begitu cerah...menyadarkan mata yang lagi tidur,kau bisikkan satu kalimat yang membuat hatiku berbunga-bunga.satu tawaran yang menggiurkan.kau mengajajkku mengontrak,dan pada akhirnya kita kesasar di Tangerang
Setahun berlalu......,kita jalani hidup dengan senyum,merubah hidupku yang dulu gembel,kini jadi mapan,kau berikan kasih sayang ,perhatian, yang tak pernah aku dapatkan dari ayahku.Kau berikan yang kuminta,walau kadang membuatmu marah karna keterlaluan.Begitu sebaliknya,aku menyaiapkan baju kantormu,sepatu,kopi,tas,bahkan cd mu,dan masih banyak lagi
Tapi setahun berikutnya,semua berubah.Sayangmu terkikis seiring berjalannya waktu,.kau tak lagi menyayangiku seperti dulu,bahkan kau pergi sebulan meninggalkanku.Saat itulah aku terbayang kehidupanku yang dulu,apalagi aku belum kerja.Aku sudah terbiasa kau penuhi kehidupanku,bingung,setres,frustasi.Begitu bodoh diriku,tak terfikir olehku selama 2 tahun untuk mencari kerja,.Bodoh...bodoh...bododh,,,,
Sebulan berlalu kau datang dengan muka lusuhmu,baju sobekmu,muka memelasmu,mengejutkanku dari lamunan,Aku semakin tak percaya,apakah itu kau atau orang yang slalah alamat,atau yang mau minta sumbangan.Ku pandangi wajahmu agak dekat untuk memastikan,ternyata itu kau....,Kau langsung tergeletak dan tanpa sadar diri.
Fikirku semakin runyam....tak tau harus berbuat apa.....,saat aku masih asyik dengan lamunanku,kau tersadar dari pingsanmu,rupanya sudah 2 hari kau tergeletak.lalu kau menceritakakan selama kau pergi,Sesekali tanganmu yang mulai keriput mengusap wajah tuamu,mencoba mengisi kekosongan waktu.
Begitu miris hatiku saat mendengar ceritamu.tarnyata..... kau telah dipecat dari kerjamu.Dan yang paling mengejutkanku.....kau terjangkit...HIV.
fifkirkupun melayang-layang lagi,tak tentu arah...apakah aku akan membawamu berobat,atau menbiarkanmu sperti ni.Tapi bagai mana aku mau membawamu berobat,kau sudah dipecat dairi kerja,sementara aku belum kerja.Apalagi keadaanmu yang terjangkit HIV,aku tak tau lagi.Apa aku harus pergi meninggalkanmu.Ah.......aku tak tau.
Aku sadar...begitu banyak pengorbananmu untukku,kau merubah hidupku,membuatku bahagia,senang,dan masih banyak lagi.Tapi itu tak sebanding dengan pengorbananku,aku taruhkan masa depanku,membunuh kretivitasku,dan satu hal lagi..ada kejadian yang menbuatku benci sampai sat ini padamu.
Oh......titianku,kini kau tak ada lagi artinya,hidupmu tak lagi bisa membahagiakanku,malah akan membunuh cita-citaku.Maafkan aku menjadi seperti kuli - kulimu dulu.meninggalkanmu setelah kulimu puas.Tapi aku tak mau menjadi sepertimu,hanya menunggu hari,bahkan menit.
Bukannya aku tak mau mengurus mu,tapi begitulah kehidupan yang tak pernah direstui Tuhan.Setelah kau tak berguna lagi,akan ditinggal sejauh mungkin.setelah pundi pundi materimu menepis...,kau di tendang jauh jauh.Sekali lagi...,bukanya aku tak sayang padamu,mungkin inilah saatnya aku menjalani hidup normal.dan aku yakin ....cinta begini tak aka ada yang abadi.
Kini di kehidupanku yang baru,memaksa langkahku terus beerjuang.kadang...merenggut senyumku,memeras airmataku,mengundang emosiku,mengiris luka lamaku.

Selasa, 03 Februari 2009

Cerpen Titian ku 1

Titianku kian hari kian rapuh,kropos.lapuk dan hampir ditumbuhi lumut.Setiap orang yang ingin melewatimu tak pernah lagi ingin berlama-lama.Ketakutan di ujung mata, membuat mereka berfikir untuk menyapamu,apalagi kau kini telah digerogoti jamur jamur yang mematikan
Kini...aku hanya bisa terdiam,memandangi wajah reotmu, sesekali mengusap kepalamu.Aku tak tau harus berbuat apa lagi,apakakah aku harus seperti kuli- kulimu yang dulu?.Ah...untuk sat ini... sekali lagi. aku hanya bisa terdiam,Aku bagai berdiri di antara khayal dan nyata dan berjalan di antara sepi dan keramaian.
"Bo........BO.....boy,da..ri...tadi kok...diam?
"Airmatamu menetes saat mengucapkan kalimat yang begitu lama, sampai sampai keringatmu mengucur.Begitu melelahkan.Titianku....,sekarang kau tak berguna lagi,hanya titian yang menuggu jam bahkan detik.
Masih tersimpan rapi di memeori hatiku,saat pertemuan pertama yang begitu haru,dan penuh simpatik,sebelum aku menjadi kulimu;
Saat itu...hidupku tiada arti,melangkah tanpa arah,berfikir tanpa tujuan,memandang tanpa logika.Sungguh hidup yang begitu menyakitkan,Yang ada dalam fikirku saat itu,ada orang yang mengiba padaku.
Saat itu..hanya ada dinginnya malam,banyaknya nyamuk- nyamuk yang sibuk ingin berbagi cerita,atau ingin menghibur,tapi itu malah membuat ku jengkel,Telalu banyak cerita yang ingin mereka omongin,terlalu merdu suara mereka saat menyanyikan lagu Indonsia Raya.
Lalu emosiku pun berhamburan....
"Dasar!!!! nyamuk sialan...! macam nggak ada kerja saja..sana nyari duit..!!! disini bukan tempat untuj curhat!!, Disini tempat orang gembel!!,kalau mau menyalurkan bakat, ikutin saja AFI atau Indonesian Idol.kamu nggak tau aku lagi ffffffruatasi!!!!!Ditambah lagi raungan- raungan binatang buas Jakarta,yang mebuat bising,dimana sudah siap-siap menerkam kalau lengah mengusik.
Setiap saat lalu lalang didepan,samping belakang,yang menbuat nyali ciut.
tapi aku tak perduli semua itu,aku sudah pasrah apapun yang akan terjadi,yang penting buatku,perut yang sejengkal ini bisa di isi dan bibir yang lebam ini bisa mengepul.
Kicau burung sedikit membuat hati terhibur walau kadang hanya sekali,gedung percakar langit sedikit bisa menenangkakan jiwa.Ah.....namanya juga belantara Jakarta,selalu ada yang membuat sedih,takut dan ngerii.
Sekian lama aku mengarungi belantara jakarta.lelah menghampiri,memaksa badan untuk istirahat.Di sebuah taman kota Jakarta yang lumayan rindang ,menagajak mataku bermain di alam mimipi.
Tapi...bari 5 minit aku bermain di alam mimpi,sekelomopok gembel yang lewat mengusikuku,membangunkan dari mimpiku,saat itulah seorang laki- laki 50 tahun mengahampiriku,melirk-i lirik,dan ternyata itulah kau.
Dengan sok kenal sok akrab kau menyapaku,awalnya aku lumayan takut,tapi setelah bercerita lama,rupanya satu suku dan satu bangsa,ahkirnya takutku memudar.
"Kamu sudah makan...!
Suatu tawaran yanga aku tunggu tunggu dari tadi.
"Belum pak.....
"Tunggu disini ya,biar aku beli in...